Lihat juga
Dolar AS sempat berada di bawah tekanan pada hari Jumat, namun pada akhir sesi berhasil memulihkan sebagian besar posisi yang hilang terhadap euro, pound, dan aset berisiko lainnya.
Data positif dari Universitas Michigan, bersama dengan pernyataan tegas dari pejabat Federal Reserve, menguatkan posisi dolar. Indeks sentimen konsumen yang dirilis pada Jumat lalu melebihi ekspektasi para analis, menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Meskipun suku bunga tetap tinggi, keluarga-keluarga menunjukkan sikap optimis, yang mengurangi kemungkinan terjadinya resesi mendalam dan memberi ruang lebih bagi The Fed dalam melawan inflasi.
Dampak ini semakin kuat berkat retorika dari otoritas moneter. Beberapa pejabat senior Fed mengeluarkan pernyataan yang dianggap pasar sebagai suara hawkish. Mereka menekankan bahwa proses pengembalian inflasi ke level target 2% masih jauh dari selesai dan bahwa kemungkinan untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, jika dibutuhkan, masih terbuka lebar.
Hari ini, pada paruh pertama, akan diumumkan data pinjaman sektor swasta di Zona Euro dan perubahan total jumlah uang beredar M3, serta pidato dari Presiden European Central Bank, Christine Lagarde. Serangkaian data makroekonomi ini kemungkinan besar tidak akan secara signifikan mengubah dinamika euro, yang baru-baru ini tertekan oleh penguatan dolar secara global.
Para pelaku pasar akan lebih memperhatikan publikasi data jumlah uang beredar. Agregat M3, yang mengindikasikan total uang tunai dan aset likuid dalam perekonomian, menjadi indikator penting untuk proses inflasi. Perlambatan dalam pinjaman sektor swasta menunjukkan bahwa suku bunga yang tinggi mulai berdampak pada aktivitas bisnis, yang pada akhirnya akan memicu diskusi hangat tentang kapan kemungkinan penyesuaian kebijakan bank sentral bisa dilakukan.
Namun, faktor utama yang akan memicu volatilitas adalah pidato dari Christine Lagarde. Para trader akan menganalisis setiap kata yang diucapkan oleh pemimpin ECB untuk mencari petunjuk tentang arah kenaikan suku bunga di masa depan.
Untuk pound, hari ini pada paruh pertama, akan dirilis data mengenai jumlah permohonan kredit pemilikan rumah yang disetujui di Inggris, volume pinjaman pribadi bersih, serta pidato anggota MPC Bank of England, Huw Pill. Namun, dalam konteks informasi yang padat ini, kecil kemungkinan itu akan menjadi penentu utama bagi pasar valuta asing. Publikasi data kredit pemilikan rumah dan pinjaman konsumsi biasanya berfungsi sebagai indikator sensitif terhadap kesediaan keluarga untuk berbelanja dan berutang dalam situasi suku bunga tertinggi dalam beberapa tahun terakhir; namun, konsensus proyeksi saat ini menunjukkan ada penurunan bertahap dalam permintaan. Penurunan jumlah permohonan KPR yang disetujui akan menjadi bukti yang jelas bahwa kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral terus meresap ke dalam sektor riil.
Jika data sejalan dengan ekspektasi ekonom, lebih baik bertransaksi dengan berpatokan pada strategi Mean Reversion. Jika data ternyata secara signifikan jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari prediksi ekonom, strategi yang paling tepat digunakan adalah Momentum.