empty
 
 
11.03.2026 12:21 AM
AUD/USD. Mengapa Aussie Menguat: Tiga Faktor Utama

Dolar Australia dalam pasangan dengan mata uang Amerika menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap tekanan, memungkinkan pembeli AUD/USD membuka posisi beli saat harga melemah. Setelah penurunan tajam ke 0,6947 (reaksi awal terhadap meletusnya perang di Timur Tengah), pasangan ini pulih dan stabil di kisaran angka 70. Pada hari Selasa, Aussie sudah mendekati harga tertinggi tahun ini, menembus level resistance 0,7110 (garis atas indikator Bollinger Bands pada grafik empat jam). Dinamika harga ini dijelaskan oleh beberapa faktor fundamental.

This image is no longer relevant

Australia bergantung pada minyak impor (negara ini mengimpor sekitar 90% minyak dan produk minyak yang dikonsumsinya), sehingga lonjakan tajam harga "emas hitam" tak terelakkan akan mempengaruhi dinamika inflasi, yang bahkan sudah meningkat pesat sebelum konflik di Timur Tengah. Menurut sejumlah pakar, pada harga minyak saat ini (USD 90–95 per barel untuk minyak Brent), kontribusi bahan bakar terhadap inflasi kuartalan akan sekitar 0,1–0,2 poin persentase.

Penting juga untuk diingat bahwa kenaikan harga bahan bakar akan meningkatkan biaya logistik, yang kemudian akan "berdampak" ke hampir semua sektor. Sebagian besar barang di Australia dikirim ke seluruh penjuru negeri dengan truk, sehingga kenaikan harga solar akan memaksa para peritel meninjau kembali harga banyak produk. Kenaikan harga bahan bakar penerbangan akan tercermin (dan sudah tercermin) dalam harga tiket pesawat, yang sangat signifikan bagi Australia, di mana arus penumpang domestik tahunan mencapai 60 juta orang. Dan seterusnya. Pada saat yang sama, pada Januari — sebelum peristiwa di Timur Tengah — indeks inflasi trimmed mean, yang menjadi fokus RBA, meningkat menjadi 3,4% di Australia, level tertinggi sejak Oktober 2024.

Dari sinilah muncul faktor fundamental kedua yang menjelaskan karakter Aussie: yaitu sikap hawkish Reserve Bank of Australia. Pekan lalu, Gubernur RBA Michelle Bullock mengirim sinyal bernada hawkish dengan menyatakan bahwa bank sentral "tidak harus menunggu data inflasi kuartal pertama untuk kembali menaikkan suku bunga." Mengingat data kuartalan akan dirilis pada April dan pertemuan RBA berikutnya berlangsung pekan depan, terdapat probabilitas yang tidak kosong bahwa bank sentral akan mengetatkan parameter kebijakan moneternya bulan ini.

Pada saat yang sama, Federal Reserve AS tampak jelas melunakkan retorikanya seiring lemahnya data Non-Farm Payrolls bulan Februari. Perlu dicatat bahwa tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,4% bulan lalu, dan jumlah tenaga kerja di sektor non-pertanian secara tak terduga turun 90.000. Hasil ini memicu peninjauan ulang proyeksi jangka panjang. Pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan seluruh parameter kebijakan moneter tidak berubah pada pertemuan musim semi, tetapi mereka juga melihat peluang 50% bahwa bank sentral akan melakukan pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Juni.

Dengan latar belakang sinyal hawkish dari RBA, sikap The Fed tampak lebih dovish. Perbedaan arah kebijakan yang mulai muncul antara The Fed dan RBA ini menguntungkan bagi pembeli AUD/USD.

Seperti diketahui, perekonomian Australia sangat terkait dengan Tiongkok, sehingga setiap berita makroekonomi penting dari Tiongkok berdampak besar pada dolar Australia. Kali ini, Aussie merespons positif laju inflasi Tiongkok. Rilis datanya ternyata sangat kuat: CPI keseluruhan naik menjadi 1,3% pada Januari (level tertinggi dalam tiga tahun), setelah pertumbuhan yang lemah sebesar 0,2% pada Desember. Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, melonjak menjadi 1,8%—level tertinggi sejak Maret 2019. Bahkan indeks harga produsen juga berbalik ke "zona hijau." Dan meskipun PPI masih berada di wilayah negatif, laju penurunannya melambat pada Januari (-0,9% pada Januari dibandingkan -1,4% pada bulan sebelumnya).

Inflasi Tiongkok secara langsung mempengaruhi dinamika AUD/USD (karena perekonomian Australia sangat bergantung pada permintaan dari Tiongkok), sehingga hasil yang kuat ini jelas ditafsirkan sebagai faktor pendukung bagi Aussie.

Dengan demikian, latar belakang fundamental saat ini mendukung kelanjutan penguatan AUD/USD.

Dari sudut pandang teknikal, pada grafik harian pasangan ini berada di antara garis tengah dan garis atas indikator Bollinger Bands dan di atas semua garis indikator Ichimoku, yang menunjukkan sinyal bullish "Parade of Lines". Pola serupa juga terbentuk pada kerangka waktu lain—H4 dan W1. Disarankan memanfaatkan koreksi penurunan untuk membuka posisi long—dengan target pertama di 0,7150 (garis atas indikator Bollinger Bands pada grafik harian) dan target utama di 0,7200 (garis atas Bollinger Bands pada grafik mingguan).

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.