empty
 
 
10.09.2026 12:56 PM
XAU/USD – Analisis Harga dan Proyeksi: Risiko Inflasi Membatasi Potensi Kenaikan Emas

This image is no longer relevant

Pada hari Kamis, emas (XAU/USD) gagal melanjutkan pemulihannya di atas level $4.400. Pada saat yang sama, logam mulia ini bertahan kokoh di atas level terendah mingguan yang terbentuk pada hari Rabu, sementara para investor dengan cermat menantikan rilis data inflasi AS. Hari ini nanti, Indeks Harga Produsen (PPI) akan dirilis, disusul Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat. Data-data ini akan menjadi indikator penting untuk menilai kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) selanjutnya, yang pada akhirnya akan memengaruhi pergerakan harga dolar AS dan memberikan momentum baru bagi pergerakan harga emas.

Rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Agustus pada hari Jumat ini akan menjadi faktor kunci yang menentukan keputusan suku bunga Fed pada 16 September. Angka CPI yang tinggi secara praktis akan menjamin kenaikan suku bunga pada bulan September dan memperkuat dolar, sementara angka yang lebih rendah dapat memperkuat argumen untuk mempertahankan level suku bunga dan membuat dolar rentan terhadap perubahan ekspektasi pasar menuju kebijakan Fed yang lebih akomodatif.

This image is no longer relevant
Pada saat yang sama, pasar telah memprediksi probabilitas sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS pada pertemuan 15–16 September mendatang. Ekspektasi ini menguat setelah rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang melampaui prediksi. Selain itu, risiko inflasi yang terkait dengan tingginya biaya energi yang terus berlanjut meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat oleh Fed.

Secara khusus, harga minyak mencapai level tertinggi baru dalam tiga bulan hari ini di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan terbaru, seperti serangan Iran terhadap 10 kapal di dekat Selat Hormuz dan pernyataan AS bahwa lima kapal tanker minyak Iran telah ditenggelamkan di Teluk Oman, meningkatkan kekhawatiran atas gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah dan terus menopang harga minyak. Hal ini, pada akhirnya, memperkuat argumen bagi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral utama lainnya. Para pelaku pasar telah sepenuhnya memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh European Central Bank (ECB) ke dalam harga. Keputusan tersebut akan diumumkan hari ini dan Bank of Japan akan mengumumkan pada pertemuan 17–18 September.

Reserve Bank of Australia (RBA) juga mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir bulan ini. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi karena kekecewaan pasar terhadap pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai rencana pembelian kembali hingga $6 miliar surat utang obligasi pemerintah dengan jatuh tempo 10 hingga 20 tahun, dibandingkan rencana sebelumnya sebesar $2 miliar. Ekspektasi pasar sendiri berada pada angka minimal $10 miliar.

Menguatnya yen Jepang, yang didorong oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter dari Bank of Japan, juga membatasi momentum bullish pada USD/JPY, yang pada akhirnya memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.

Dari perspektif teknikal, emas bertahan di atas simple moving average (SMA) periode 100, tetapi berada di bawah simple moving average (SMA) periode 200, sehingga menghasilkan dinamika harga yang netral dengan tanda-tanda perlambatan kenaikan. Indikator osilator menunjukkan sinyal yang beragam, mencerminkan tidak adanya arah yang jelas untuk XAU/USD. Resistance: $4.450. Support: SMA 100 hari.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.