empty
 
 
24.07.2026 10:04 PM
Dolar AS: Permintaan Safe-Haven Meningkat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

This image is no longer relevant

Indeks Dolar AS (USDX) menutup minggu yang bergejolak dengan catatan kuat, berkonsolidasi di dekat level tertinggi tiga minggu di kisaran 101,30–101,40 setelah bangkit dengan tegas dari support di 100,95 (batas bawah tren jangka pendek dan channel naik pada grafik 1 jam). Dolar AS mendapatkan dorongan kuat dari kembali memanasnya konflik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven, dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang restriktif.

This image is no longer relevant

Pada awal sesi perdagangan AS hari Jumat, kontrak berjangka USDX diperdagangkan sedikit di bawah level pembukaan hari itu, tetapi secara keseluruhan masih mendapat dukungan setelah rally yang dipicu oleh perkembangan geopolitik. Pemicu utama adalah serangan malam hari AS terhadap Iran yang telah berlangsung selama tiga belas hari berturut-turut, disertai dengan meluasnya konflik ke Laut Merah, di mana pasukan Houthi yang didukung Iran menyerang kapal tanker minyak Saudi dan mengancam akan mengganggu satu lagi jalur pelayaran strategis—Selat Bab el-Mandeb. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi, mendorong harga minyak mentah Brent menembus di atas $95 per barel dan memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai mata uang lindung nilai utama dunia.

Dolar juga mendapat dukungan dari data makroekonomi AS. Klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 187.000, level terendah sejak September 1969, yang menegaskan ketahanan berkelanjutan pasar tenaga kerja AS. Hal ini memungkinkan pejabat Federal Reserve untuk tetap fokus memerangi inflasi, sementara pasar telah memperhitungkan lebih dari 80% probabilitas kenaikan suku bunga sedini bulan September.

This image is no longer relevant

Prospek Fundamental: The Fed yang Hawkish Bertemu dengan Risiko Geopolitik

Kebijakan Moneter

Sikap hawkish The Federal Reserve yang berkelanjutan tetap menjadi faktor utama yang menopang nilai dolar AS. Saat ini pasar memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun, sementara sebagian analis tidak menutup kemungkinan siklus pengetatan yang lebih agresif. Kepala The Federal Reserve Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk mengendalikan inflasi, sementara keputusan The Fed untuk meninggalkan forward guidance menambah ketidakpastian, yang secara historis cenderung mendukung penguatan dolar AS.

Ketahanan ekonomi AS juga turut mendorong penguatan dolar, dengan pertumbuhan PDB kuartal kedua diperkirakan akan melampaui rata-rata jangka panjangnya.

Perkembangan Geopolitik

Konfrontasi militer yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran, disertai ancaman gangguan terhadap jalur pelayaran utama dunia, telah menciptakan kondisi yang ideal bagi kelanjutan penguatan dolar AS. Kenaikan harga minyak memperkuat ekspektasi inflasi dan menguatkan argumentasi bagi The Federal Reserve untuk tetap hawkish. Pada saat yang sama, ketidakpastian geopolitik terus meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

ECB dan Bank Sentral Lain

Sementara The Federal Reserve mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan level suku bunga, dengan penegasan kembali oleh Presiden ECB Christine Lagarde atas kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September. Nada ECB yang relatif lebih dovish terus mendukung penguatan dolar AS terhadap euro.

Kebijakan Perdagangan

Presiden AS Donald Trump telah memperkenalkan tarif baru yang luas, berkisar antara 10% hingga 12,5% terhadap impor dari 60 negara, mencakup sekitar 99,4% dari total impor. Langkah-langkah ini telah meningkatkan kekhawatiran mengenai bangkitnya kembali konflik dagang global, yang semakin mengurangi selera risiko para investor dan mendukung permintaan terhadap dolar AS.

Gambaran Teknikal

This image is no longer relevant

Dari perspektif teknikal, USDX mempertahankan prospek jangka pendek yang konstruktif, meskipun sedang menghadapi resistance di atas level 101,00.

Pada grafik harian, indeks ini tetap berada di atas EMA periode 50 (100,40) dan EMA periode 200 (99,55), mengonfirmasi bahwa struktur kenaikan yang lebih luas masih utuh. Pergerakan harga juga terus berkembang di dalam channel naik yang terbentuk sejak April–Mei.

This image is no longer relevant
Indikator teknikal tetap mendukung:

  • RSI (14) bertahan di sekitar 60–61, mengindikasikan momentum bullish tanpa memberi sinyal kondisi overbought, sehingga masih ada ruang untuk kenaikan lanjutan.
  • OsMA telah bergerak ke wilayah positif, menghasilkan sinyal bullish.
  • Stochastic Oscillator telah memasuki area overbought, mengonfirmasi momentum naik yang kuat sekaligus mengisyaratkan bahwa fase konsolidasi mungkin akan segera terjadi.

Level resistance terdekat berada di:

  • 101,50 – tertinggi intraday kemarin;
  • 101,75 – level tertinggi bulan Juni;
  • 102,00 – resistance psikologis.

Level support terdekat berada di:

  • 101,22 – terendah intraday;
  • 101,03 – EMA periode 200 pada grafik 1 jam;
  • 101,00 – support psikologis kunci;
  • 100,80 – EMA periode 200 pada grafik mingguan.

Peristiwa Kunci yang Perlu Dipantau

Tanggal

Peristiwa

Prediksi/ Ekspektasi

Potensi Dampak terhadap USDX

24 Juli

PMI AS Flash S&P Global (Juli)

Jasa: 51,0; Manufaktur: 54,5

Data kuat akan mendukung dolar; data lemah akan menekannya.

24 Juli

Penjualan Rumah Baru AS (Juni)

Dampak tidak langsung melalui prospek perekonomian AS.

28–29 Juli

Pertemuan Federal Reserve

Suku bunga diperkirakan tetap 3,50%–3,75%

Sinyal dovish akan memberi tekanan pada dolar; sinyal hawkish akan mendukungnya.

Sepanjang pekan

Perkembangan geopolitik

Eskalasik konflik akan mendukung USDX; de-eskalasi dapat memicu koreksi.

Kesimpulan dan Prospek Investasi

Indeks Dolar AS memasuki fase yang menentukan, di mana momentum bullish yang didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi sikap hawkish Federal Reserve semakin berhadapan dengan risiko koreksi apabila ketegangan geopolitik mulai mereda. Level 101,50 tetap menjadi pivot kunci jangka pendek. Minggu depan, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan Federal Reserve dan perkembangan di Timur Tengah, yang keduanya dapat menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya.

Untuk trader jangka pendek: Posisi beli dapat dipertimbangkan setelah terkonfirmasi breakout di atas 101,50, dengan target kenaikan di 101,75 dan 102,00. Posisi jual sebaiknya hanya dipertimbangkan setelah terbentuk breakout terkonfirmasi di bawah 101,00, didukung oleh perkembangan fundamental yang sejalan.

Untuk para investor jangka menengah: Pendekatan wait-and-see masih tepat hingga terdapat kejelasan lebih lanjut terkait perkembangan geopolitik dan hasil pertemuan Federal Reserve. Koreksi menuju area 100,80–101,00 dapat memberikan peluang untuk membangun posisi beli, dengan catatan The Fed mempertahankan sikap hawkish.

Manajemen risiko: Berhati-hatilah di tengah volatilitas tinggi yang dipicu oleh perkembangan geopolitik dan rilis data makroekonomi. Gunakan order stop-loss yang disiplin dan pantau secara ketat perkembangan di Timur Tengah, beserta komentar pejabat Federal Reserve.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.