empty
 
 
14.04.2026 08:15 PM
Analisis Smart Money GBP/USD: Pound Melanjutkan Momentum Kenaikan yang Kuat

Pekan lalu, pasangan GBP/USD naik hampir 300 poin seiring peningkatan tajam peluang tercapainya gencatan senjata berkelanjutan antara Iran dan Amerika Serikat. Pekan ini, pound kembali menguat sekitar 200 poin. Namun, ekspektasi tersebut tidak terwujud karena negosiasi di Islamabad gagal. Yang mengejutkan, pada Senin dan Selasa, para bull terus mendorong harga lebih tinggi seolah-olah perdamaian jangka panjang di Timur Tengah sudah tercapai. Apa yang bisa menjelaskan hal ini? Ada dua alasan.

Alasan pertama bersifat teknikal. Pekan lalu, terbentuk sebuah bullish imbalance baru, dan harga mengujinya dengan cukup efektif pada malam hari Senin dan mendapat reaksi. Dengan kata lain, sebuah sinyal bullish muncul di dalam tren bullish.

This image is no longer relevant

Alasan kedua kembali bersifat geopolitik. Pasar sudah memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk memasukkan ke harga skenario paling pesimistis di Timur Tengah. Setelah kegagalan negosiasi di Islamabad, tidak ada yang berubah. Harga minyak tidak mencapai rekor tertinggi baru, tidak ada serangan rudal baru, dan Selat Hormuz tetap diblokade. Situasinya tidak membaik, tetapi juga tidak memburuk.

Seperti telah disebutkan dalam analisis sebelumnya, terbentuk sebuah pola penting dan relatif langka, yaitu "Three Drives Pattern", yang memicu pergerakan naik. Dengan demikian, para trader menerima sinyal bullish sementara tren secara keseluruhan tetap bullish. Saat ini, gencatan senjata masih rapuh, dan para pihak yang terlibat konflik belum memutuskan apakah akan melanjutkan negosiasi atau kembali melancarkan aksi militer. Perbincangan kemungkinan dapat dilanjutkan minggu ini, seperti beberapa kali diberitakan media. Selat Hormuz kini berada di bawah blokade ganda, dan Selat Bab el-Mandeb berpotensi ikut menyusul, yang merupakan faktor negatif. Namun, hingga hari Selasa, situasi secara keseluruhan belum berubah. Kondisi di Timur Tengah mungkin memburuk, tetapi juga mungkin berlanjut ke arah deeskalasi.

Kemungkinan penurunan kedua pasangan mata uang masih ada, karena gencatan senjata di Timur Tengah sangat rapuh. Di saat yang sama, "Three Drives Pattern" yang ditandai dengan segitiga pada grafik memungkinkan kubu bullish mengambil alih kendali, yang merupakan faktor positif. Selalu menguntungkan menerima sinyal beli di dalam tren bullish, karena sinyal seperti ini memiliki probabilitas keberhasilan tertinggi. Sinyal pada hari Senin agak sulit dieksekusi tepat waktu, tetapi sinyal bisa terbentuk kapan saja sepanjang hari. Dalam waktu dekat, pound kemungkinan dapat terus menguat menuju level tertinggi tahun ini.

Pada hari Selasa tidak ada berita ekonomi penting. Karena itu, penguatan pound tidak terkait dengan data ekonomi. Situasi geopolitik tidak membaik dalam beberapa hari terakhir, tetapi skenario paling pesimistis sudah lebih dulu tercermin dalam harga pasar. Agar kubu bearish dapat kembali menguasai pasar, situasi di Timur Tengah perlu memburuk secara signifikan—misalnya, dimulainya kembali aksi militer atau pemblokadean Selat Bab el-Mandeb.

Di Amerika Serikat, latar belakang secara keseluruhan masih sedemikian rupa sehingga, dalam jangka panjang, hanya sedikit alasan untuk mengharapkan penguatan dolar. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat tidak secara material mengubah prospek ini. Dalam jangka panjang, posisi dolar tetap menantang: pasar tenaga kerja AS terus melemah, perekonomian semakin mendekati resesi, dan Federal Reserve—berbeda dengan ECB dan Bank of England—tidak berencana melakukan pengetatan kebijakan moneter pada 2026. Selain itu, gelombang besar keempat aksi protes terhadap Donald Trump telah terjadi di seluruh negeri. Dari sudut pandang ekonomi, belum ada pendorong yang jelas untuk apresiasi dolar.

Tren bearish yang berkelanjutan pada GBP/USD akan membutuhkan latar belakang positif yang kuat dan stabil bagi dolar, yang sulit diharapkan di bawah pemerintahan saat ini. Faktor geopolitik sempat mendukung dolar selama dua bulan, tetapi dukungan ini kini mulai memudar. Meskipun tidak bisa dikesampingkan bahwa dolar dapat kembali menguat karena faktor geopolitik, saat ini belum ada alasan jelas untuk mengharapkan hal tersebut.

Kalender ekonomi untuk AS dan Inggris:

  • Inggris – Pidato Gubernur Bank of England Andrew Bailey (18:00 UTC)

Pada 15 April, kalender ekonomi hanya memuat satu peristiwa yang relatif penting. Dampak arus berita terhadap sentimen pasar mungkin baru terlihat pada malam hari.

Prediksi dan Saran Trading GBP/USD:

Prospek jangka panjang pound tetap bullish. "Three Drives Pattern" memberikan sinyal potensi kenaikan, yang kemudian diikuti pembentukan ketidakseimbangan (imbalance) bullish dan sinyal bullish. Harga menyapu likuiditas dari dua swing bullish terakhir, tetapi kubu bearish tidak masuk—ini merupakan sinyal positif lain bagi pound.

Dalam kondisi saat ini, terlepas dari risiko geopolitik, saya memperkirakan pergerakan naik akan berlanjut. Euro juga kemungkinan akan terus menguat. Target pound terletak di level tertinggi tahun 2026, dengan target terdekat (immediate target) di 1,3580—imbalance 16, yang belum teruji. Reaksi dari level ini dapat memicu koreksi pullback.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.